Retur penjualan dan diskon menjadi dua hal yang perlu diperhatikan ketika pemilik usaha menghitung hasil penjualan. Keduanya dapat mengurangi nilai penjualan sehingga kamu perlu mencatatnya dengan tepat.
Dengan pencatatan yang rapi, kamu bisa mengetahui nilai penjualan bersih dan kondisi bisnis secara lebih akurat.
Dalam aktivitas jual beli, retur biasanya muncul ketika pelanggan mengembalikan barang. Sementara itu, diskon muncul ketika toko memberikan potongan harga kepada pelanggan.
Meskipun memiliki fungsi berbeda, keduanya sama-sama memengaruhi hasil penjualan.
Apa Itu Retur Penjualan
Retur penjualan merupakan pengembalian barang dari pelanggan kepada penjual setelah transaksi terjadi. Pelanggan biasanya melakukan retur karena barang rusak, tidak sesuai pesanan, salah ukuran, atau alasan lain sesuai kebijakan toko.
Ketika pelanggan mengembalikan barang, pemilik usaha perlu mencatat transaksi tersebut. Jika tidak, laporan penjualan akan menunjukkan angka yang lebih tinggi daripada kondisi sebenarnya.
Misalnya, toko mencatat penjualan sebesar Rp8.000.000 dalam satu bulan. Kemudian, pelanggan mengembalikan barang senilai Rp400.000. Artinya, toko perlu mengurangi nilai retur tersebut dari penjualan.
Penjualan setelah retur = Rp8.000.000 – Rp400.000 = Rp7.600.000
Dengan begitu, laporan dapat menunjukkan hasil penjualan yang lebih sesuai.
Apa Itu Diskon Penjualan
Diskon penjualan merupakan potongan harga yang diberikan kepada pelanggan. Toko biasanya menawarkan diskon untuk menarik pembeli, meningkatkan jumlah transaksi, atau menghabiskan stok tertentu.
Namun, pemilik usaha tetap perlu mencatat nilai diskon. Sebab, harga yang dibayar pelanggan tidak lagi sama dengan harga sebelum potongan.
Sebagai contoh, pelanggan membeli produk senilai Rp500.000 dan mendapatkan diskon Rp50.000. Jadi, pelanggan hanya membayar Rp450.000.
Jika toko tidak mencatat diskon, laporan dapat menunjukkan nilai penjualan yang lebih besar dari uang yang sebenarnya diterima.
Perbedaan Retur Penjualan dan Diskon
Retur dan diskon memiliki cara yang berbeda dalam memengaruhi transaksi. Retur mengurangi nilai penjualan karena pelanggan mengembalikan barang. Sebaliknya, diskon mengurangi harga yang harus pelanggan bayar.
| Aspek | Retur Penjualan | Diskon |
|---|---|---|
| Bentuk | Pengembalian barang | Potongan harga |
| Penyebab | Barang bermasalah atau tidak sesuai | Promo atau kebijakan harga |
| Dampak | Mengurangi penjualan | Mengurangi nilai transaksi |
| Pencatatan | Catat nilai barang yang kembali | Catat nilai potongan |
Oleh karena itu, kamu perlu mencatat keduanya secara terpisah agar laporan tetap mudah diperiksa.
Cara Menghitung Penjualan Bersih
Setelah mencatat seluruh transaksi, kamu dapat menghitung penjualan bersih dengan rumus:
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor – Retur Penjualan – Diskon
Misalnya, toko memperoleh penjualan kotor Rp12.000.000. Kemudian, toko mencatat retur Rp500.000 dan diskon Rp300.000.
Maka:
Rp12.000.000 – Rp500.000 – Rp300.000 = Rp11.200.000
Jadi, penjualan bersih toko mencapai Rp11.200.000.
Tips Mencatat Retur dan Diskon
Pertama, catat retur segera setelah pelanggan mengembalikan barang. Dengan begitu, kamu dapat memperbarui data penjualan dan stok dengan lebih cepat.
Selanjutnya, catat setiap pemberian diskon sesuai transaksi. Jangan hanya mencatat jumlah uang yang pelanggan bayar tanpa mencatat nilai potongannya.
Selain itu, lakukan pengecekan laporan secara rutin. Dengan cara ini, kamu dapat menemukan kesalahan pencatatan lebih awal.
Agar perhitungan semakin mudah, kamu juga dapat menggunakan platform pencatatan dan pengelolaan usaha untuk membantu mengelola transaksi, penjualan, dan data bisnis.
Kesimpulan
Retur penjualan dan diskon dapat memengaruhi nilai penjualan sebuah toko. Retur mengurangi penjualan karena pelanggan mengembalikan barang, sedangkan diskon mengurangi nilai transaksi melalui potongan harga.
Karena itu, catat keduanya secara rutin dan terpisah. Dengan pencatatan yang konsisten, kamu dapat menghitung penjualan bersih dengan lebih tepat. Selain itu, data tersebut membantu kamu mengevaluasi penjualan dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
