Plastik kemasan mudah terbuka dapat mengganggu kualitas produk, terutama saat makanan disimpan atau dikirim dalam jarak jauh. Kemasan yang tidak tertutup dengan baik dapat membuat isi mudah tumpah, terkena debu, atau kehilangan kerenyahan.
Karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan jenis plastik, ukuran kemasan, dan cara menutupnya. Pilih plastik yang memiliki ketebalan sesuai dengan jenis makanan agar kemasan tidak mudah robek. Selain itu, sisakan ruang yang cukup pada bagian atas plastik supaya alat sealer dapat merekatkan permukaan dengan sempurna.
Hindari mengisi plastik terlalu penuh karena tekanan dari isi kemasan dapat membuat bagian yang sudah direkatkan kembali terbuka.
Penyebab Plastik Kemasan Mudah Terbuka
Beberapa faktor dapat menyebabkan kemasan tidak bertahan dengan baik. Salah satunya adalah permukaan plastik yang terkena minyak, air, atau sisa makanan sebelum proses penyegelan. Kotoran tersebut dapat menghambat proses penyatuan kedua sisi plastik.
Pengaturan suhu alat sealer yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kekuatan sambungan. Suhu yang terlalu rendah mungkin tidak mampu menyatukan plastik dengan baik, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak bagian kemasan. Selain itu, pengguna perlu memeriksa kondisi elemen pemanas dan bagian penjepit alat agar proses penyegelan berjalan konsisten.
Pilih Plastik yang Sesuai
Pemilihan bahan plastik sangat penting untuk menjaga kemasan tetap tertutup. Gunakan plastik yang sesuai dengan karakter produk dan alat sealer yang tersedia. Plastik yang terlalu tipis dapat lebih mudah robek ketika pengguna mengisi atau memindahkan kemasan.
Sebaliknya, plastik yang terlalu tebal membutuhkan pengaturan alat yang sesuai agar kedua permukaan dapat menyatu dengan baik. Perhatikan juga ukuran plastik agar produk tidak memenuhi seluruh ruang kemasan. Ruang yang cukup membuat proses penutupan menjadi lebih mudah dan mengurangi tekanan pada bagian sambungan.
Bersihkan Bagian Mulut Kemasan
Sebelum menyegel plastik, bersihkan bagian mulut kemasan dari minyak, air, saus, remah makanan, atau kotoran lainnya. Gunakan tisu atau alat yang bersih untuk menghilangkan sisa produk. Setelah itu, rapikan bagian atas plastik agar kedua permukaan bertemu secara rata produk alat pres plastik.
Langkah sederhana ini dapat membantu alat sealer menghasilkan garis rekat yang lebih kuat dan rapi. Periksa kembali bagian tersebut sebelum menjalankan alat agar tidak ada kotoran yang mengganggu proses penyegelan.
Atur Alat Sealer dengan Tepat
Gunakan alat sealer sesuai karakter plastik yang kamu gunakan. Atur waktu dan suhu berdasarkan ketebalan bahan kemasan. Lakukan percobaan pada satu plastik terlebih dahulu sebelum menyegel seluruh produk. Setelah proses selesai, periksa garis rekat dengan melihat apakah kedua sisi plastik sudah menyatu secara merata.
Jika sambungan masih mudah terlepas, sesuaikan kembali pengaturan alat. Jangan langsung menggunakan suhu tinggi karena kondisi tersebut dapat membuat plastik rusak.
Periksa Kemasan Sebelum Disimpan
Setelah menyegel produk, lakukan pemeriksaan pada setiap kemasan. Pegang bagian kemasan dengan hati-hati dan periksa apakah terdapat celah, sobekan, atau bagian yang belum merekat.
Untuk makanan berisi cairan, letakkan kemasan dalam posisi tegak agar tekanan isi tidak langsung mengenai sambungan. Simpan produk pada tempat yang sesuai dan hindari menumpuk kemasan terlalu berat.
Kesimpulan
Plastik kemasan mudah terbuka dapat terjadi karena pemilihan bahan yang kurang sesuai, bagian mulut kemasan yang kotor, atau pengaturan alat sealer yang kurang tepat. Gunakan plastik sesuai kebutuhan, bersihkan area penyegelan, dan atur alat dengan benar.
Pemeriksaan setelah penyegelan juga membantu memastikan kemasan tetap rapat dan rapi. Dengan langkah tersebut, pelaku usaha dapat mengurangi risiko kemasan terbuka selama penyimpanan maupun pengiriman.
